Grace Yigibalom anak Papua perai penghargaan lulusan dokter terbaik dengan IPK tinggi
![]() |
| dr. Grace Trilova Marta Yigibalom - via: Enggen Buzelek dok pribadi. |
Surabaya, Putri asal Lany Jaya, Papua, bernama
lengkap dr. Grace Trilova Marta Yigibalom mendapatkan penghargaan
kelulusan dokter terbaik di kota Surabaya dengan IPK tertinggi.
Salah satu di Universitas Swasta, Universitas Wijaya Kusuma di Surabaya itu meluluskan putri terbaik asal Papua, suku besar Dani, Lani, Kabupaten Lani Jaya ini mengambil sumpah dokter pada 25 oktober 2016 dengan IPK tertinggi 3,64.
dr. Grace membuat Geger di Surabaya karena mampu mendapatkan IPK yang sangat memuaskan dan masuk sepuluh besar dokter terbaik di Indonesia.
Atas diwisudahkanya dr. Grace yang bahagia ini bersama warga Papua Surabaya melakukan acara pengucapan syukur pada Rabu 26 hingga selesai. Acara syukuran berlangsung di gedung serba guna Bratang Wetan, syukuran kelusan dr. Grace ini di hadiri hingga ratusan keluarga besar orang Papua, ikut turut berbahagia atas raihnya dokter orang Papua peraih ke sepuluh besar dokter terbaik di Indonesia ini.
Ibadah yang singkat, berlangsung dengan thema yang menarik pula“Segalah Sesuatu Indah Pada Waktunya”. Pada kesempatan itu, dr. Grace megatakan saya sangat bersyukur sekali karena Tuhan saya bisa merahi kepuncak ini, Grace juga dalam satu pandangan menyatakan berlian yang bagus itu dia harus di poles dan kikis benar benar agar bisa menghasilkan nilai jual yang besar, tuturnya.
Salah satu di Universitas Swasta, Universitas Wijaya Kusuma di Surabaya itu meluluskan putri terbaik asal Papua, suku besar Dani, Lani, Kabupaten Lani Jaya ini mengambil sumpah dokter pada 25 oktober 2016 dengan IPK tertinggi 3,64.
dr. Grace membuat Geger di Surabaya karena mampu mendapatkan IPK yang sangat memuaskan dan masuk sepuluh besar dokter terbaik di Indonesia.
Atas diwisudahkanya dr. Grace yang bahagia ini bersama warga Papua Surabaya melakukan acara pengucapan syukur pada Rabu 26 hingga selesai. Acara syukuran berlangsung di gedung serba guna Bratang Wetan, syukuran kelusan dr. Grace ini di hadiri hingga ratusan keluarga besar orang Papua, ikut turut berbahagia atas raihnya dokter orang Papua peraih ke sepuluh besar dokter terbaik di Indonesia ini.
Ibadah yang singkat, berlangsung dengan thema yang menarik pula“Segalah Sesuatu Indah Pada Waktunya”. Pada kesempatan itu, dr. Grace megatakan saya sangat bersyukur sekali karena Tuhan saya bisa merahi kepuncak ini, Grace juga dalam satu pandangan menyatakan berlian yang bagus itu dia harus di poles dan kikis benar benar agar bisa menghasilkan nilai jual yang besar, tuturnya.
Harapan dr. Grace, berharap adik-adik yang masih kulia satu jurusan denganya bisa merahi sukses yang lebih lagi, tetap maju.
Kita bisa, kita buktikan, kata orang, orang Papua itu tidak bisa maju, apa benar? ketika sekali punya kesempatan, anak Papua biasa merai kesuksesan dan itu adalah bukti, tidak ada yang mustahil jika terus bekerja keras. [kipo-news]
Kita bisa, kita buktikan, kata orang, orang Papua itu tidak bisa maju, apa benar? ketika sekali punya kesempatan, anak Papua biasa merai kesuksesan dan itu adalah bukti, tidak ada yang mustahil jika terus bekerja keras. [kipo-news]
![]() |
| dr. Grace Trilova Marta Yigibalom - via: Enggen Buzelek dok pribadi. |
![]() |
| Website distrik pyramid kabupaten jayawijaya papua |
Gambaran Umum Distrik Pyramid Kabupaten Jayawijaya Propinsi Papua
Distrik Pyramid adalah salah satu distrik yang berada pada Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua yang di mekarkan dari Distrik Asologaima pada tahun 2010 secara resmi berdiri sebagai satu Distrik Definitif dan pada tanggal 20 Januari 2011 Kantor distrik Pyramid dapat diresmikan oleh Bupati Jayawijaya Jhon wempi Wetipo,SH. MH .Ibu Kota Distrik Pyramid terletak di Inenggibanak wilayah Kampung Yonggime.
DD
Distrik Pyramid membawahi 11 (seblas) Kampung yang
terdiri dari 10 Kampung definitif yang meliputi ;
1. Kampung Aboneri
2. Kampung Algonik
3. Kampung Balima
4. Kampung Beam
5. Kampung Gobalimo
6. Kampung Perabaga
7. Kampung Pyramid
8. Kampung yalinggume
9. Kampung Yonggime, dan
1. Kampung Aboneri
2. Kampung Algonik
3. Kampung Balima
4. Kampung Beam
5. Kampung Gobalimo
6. Kampung Perabaga
7. Kampung Pyramid
8. Kampung yalinggume
9. Kampung Yonggime, dan
10. Kampung Yumbun
Dan
1 kampung persiapan, yakni; Kampung Persiapan Pename , adapun jarak tempu dari Ibu kota Kabupaten ke distrik
kurang lebih 36 Km2 dengan luas wilayah 9Km2 X 15 Km2 Distrik Pyramid dapat dibatasi
oleh;
- Baagian Timur Berbatasan dengan Distrik Sillo Soekarno Doga,
- Bagian selatan berbatasan dengan distrik Asologaima,
- Sebelah Barat berbatasan dengan Distrik Beam Kab.Lanny Jaya, dan
- Batas sebelah utara berbatasan dengan distrik Bolakme,
![]() |
| Distrik Pyramid Kabupaten Jayawijaya |
Moyoritas Penduduk yang tersebar pada 11 kampung pada
umumnya bergerak disektor pertanian atau bermatapencaharian Petani dan masyarakat distrik pyramid terkategori
dalam suku Dani Barat dan sub Suku Penonggalo yang didalamnya terdiri dari beberapa Klen Suku yang meliputi;
1.
Klen Suku Wenda Tabuni Goribaga2. Klen Suku Wenda Tabuni Beam
3. Klen Suku Wenda Tabuni Erimbuk
4. Klen Suku Wenda Kilungga
5. Klen Suku Wanimbo Tabuni
6. Klen Suku Kilungga Ndikmbo (wandikmbo)
7. Klen Suku Komba Tabuni/Ngginiagalo
8. Klen Suku Komba Kolago, dan
9. Klen Suku Manu Tabuni.
Kepercayaan
yang diyakini oleh masyarakat Distrik Pyramid adalah adanya ALLAH Tri Tunggal dan Tuhan Yang Maha Esa serta memeluk Agama
Kristen Protestan dan terdiri dari beberapa Denominasi Gereja yakni; Gereja
Kemah injil Papua atau KINGMI Papua terdiri dari 19 Gereja, Gereja Kemah Injil
Indonesia (GKII) terdiri dari 10 Gereja ,
Gereja Baptis Papua terdiri dari 1 Gereja dan Gereja Rebaibol atau satu aliran dengan Denominasi gereja
Pantekosta dari Fasifik terdiri dari 2 Gereja.
Sarana Pendidikan Distri Pyramid Memiliki 6
Sekolah Dasaar (SD) dan 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta terdapat pula
lembaga Pendidian nonformal yakni, terdapat 3 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
atau PKBM, sarana Kesehatan terdapat satu PUSTU, 6 POLINDES, dan 2 Pos Obat.
Motto:
“ PYRAMID YANG PERNA DIWARISI OLEH “NENEK
MOYANG” ADALAH MILIK “ANAK CUCU” ORANG PYRAMID ”
MISI:
Melaksanakan Pembianaan dan Memperdayakan
secara Aktif,Inovatif,Evektif dan Menyenangkan.
VISI:
“BERPARTISIPASI, SEHAT ROHANI,SEHAT MENTAL dan BEKERJA KERAS MERAI
SUKSES”
Peningkatan Ilmu Pengetahuan, Ketrampilan Serta Pemanfaatan Sumber Daya Manusia Mutlak Diperlukan Di Era Globalisasi
Wamena -
Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) tentang bagaimana
cara pembuatan souvenir dari bahan kayu, pembuatan ukir-ukiran dan
pembuatan alat-alat rumah tangga yang telah berlangsung selama tiga hari
di Gedung Sekolah Minggu GKI Betlehem Wamena diharapkan mampu menjadi
sumber ilmu pengetahuan dan ketrampilan bagi peserta (masyarakat) dalam
upaya mengembangkan usaha dan menghasilkan sesuatu yang bernilai
ekonomis. Kegiatan pendidikan dan pelatihan ini
diutup secara resmi oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan
Pembangunan, Fabianus T. Wuka, SE, M.Si mewakili Bupati Jayawijaya, Rabu
(02/09/2015). Dikatakan bahwa dalam era globalisasi saat ini akan
menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia khususnya masyarakat
di Kabupaten Jayawijaya untuk berupaya menjadi tuan rumah di negeri
sendiri. Kita harus siap bersaing dalam berbagai sektor pembangunan.
Oleh karena itu peningkatan ilmu pengetahuan, ketrampilan serta
pemanfaatan sumber daya manusia mutlak diperlukan.
Dalam sambutannya Bupati mengajak peserta pelatihan untuk terus berkreativitas, berinovasi dan meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan segala potensi yang ada di daerah masing-masing sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis dan menjadi awal pengembangan usaha yang dapat menopang perekonomian keluarga.
Sementara itu, Sekretaris BPMK, Irawan Kadir Soleman, SE mewakili kepala BPMK mengatakan bahwa peserta pelatihan yang ikut dalam kegiatan ini adalah perwakilan dari 5 distrik, yaitu Wamena, Wouma, Wesaput, Asotipo dan Pyramid. Diharapkan setelah kembali ke Distrik masing-masing hendaknya dapat menularkan ilmu yang diperoleh dan menjadi pelatih bagi saudara atau teman yang lain.
Walaupun baru berlangsung selama tiga hari, para peserta sudah mampu menghasilkan beberapa karya seni, antara lain papan nama, baki, ukir-ukiran dan hiasan dari kayu. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama dimana masing-masing peserta memamerkan karya seni mereka. (BK).
Workshop Penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif Kabupaten Jayawijaya
Wamena -
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran
bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) Clusters Jayawijaya
mengadakan Workshop Penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik
Integratif selama 4 hari bertempat di gedung Sekolah Minggu GKI
Betlehem Wamena. Kegiatan yang dimulai hari Senin
(24/08/2015) dihadiri oleh Bupati Jayawijaya yang diwakili oleh Asisten
Bidang Administrasi Umum, Gaad P. Tabuni SP, MM, Bunda PAUD, Ny. Yustina
Banua, S.IP, M.Si, Dinas P&P, Dinas Kesehatan, Bappeda, BPMK, PKK,
Tokoh Agama, para guru PAUD dan para kader.
Bupati Jayawijaya dalam sambutannya yang dibacakan oleh Gaad P. Tabuni mengatakan bahwa peningkatan kualitas SDM yang di dalamnya adalah derajat kesehatan, tingkat intelegensia, kematangan emosional dan spiritual merupakan pilar utama bagi pembangunan dan ditentukan sejak anak dalam kandungan hingga berusia 6 tahun. Oleh karena itu untuk mendapatkan kualitas SDM yang bermutu, perlu dilakukan persiapan sejak dini, salah satunya dengan memperhatikan perkembangan anak usia dini.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi orang tua, guru maupun kader dalam masing-masing bidang tugas layanan bagaimana mengasuh dan membina tumbuh kembang anak yang baik. Tumbuh kembang anak adalah tanggung jawab kita bersama, oleh karena itu Bupati mengharapkan untuk seluruh pihak dapat bersinergis dalam memenuhi kebutuhan dasar anak secara baik.
Hal senada dikatakan oleh Ny. Yustina Banua bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang baik dan tepat kepada guru, kader dan pihak terkait dalam mengajar, membina dan merancang usaha-usaha dalam rangka memberikan layanan terbaik terhadap perkembangan anak usia dini, terutama kepada para guru dan kader yang merupakan ujung tombak pelaku utama dalam kegiatan di masing-masing bidang pelayanan.
Sementara itu, Kaleb Lau dari WVI mengatakan bahwa Workshop Holistik Integratif merupakan upaya untuk mendorong Pemerintah Daerah melakukan pembinaan dan mengkoordinasikan semua pihak untuk mengupayakan optimalisasi tumbuh kembang dan perlindungan anak sejak usia dini dengan mengupayakan peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan serta orang tua/keluarga agar menyadari, memahami dan mampu menerapkan pendidikan keluarga untuk mengoptimalkan perkembangan dan prestasi anak didik. (BK).
Warning :
Situs ini adalah situs percobaan dalam proyek Citizen Journalism yang dikembangkan oleh Perkumpulan Penonggalo Limbu. Seluruh isi situs ini berada dalam lisensi CC-BY-SA. Anda diperkenankan untuk BERBAGI (menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun)dan ADAPTASI (menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi iniuntuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial). Informasi dalam situs ini masih harus dikonfirmasi kepada pengelola situs di distrikpyramid@gmail.com (B.Michael Tabuni/Pengembang Proyek)








